Selasa, 21 Mei 2013

Aksi Sederhana Untuk Menyelamatkan Bumi


Sejauh yang diketahui, Bumi merupakan satu-satunya planet yang bisa dihuni di jagat raya ini. Bumi memiliki sistem biosfer unik yang merupakan interaksi kompleks antara unsur organik dan non organik. Biosfer Bumi memiliki keseimbangan komposisi dan hukum alam tersendiri. Komposisi ekosistem biosfer dapat menoleransi perubahan hingga batas tertentu. Bila batas tersebut terlampaui maka, akan terjadi efek buruk pada makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.

Revolusi ilmu pengetahuan dan industri dua ratus tahun belakangan telah memengaruhi keseimbangan alam. Teknologi yang di satu sisi bertujuan menyejahterakan manusia namun, di sisi lain berdampak buruk pada lingkungan. Banyaknya kasus penurunan kualitas kesehatan—bahkan hingga berujung kematian—yang diakibatkan kerusakan ekosistem telah menyadarkan banyak kalangan. Bisnis yang dulunya berorientasi keuntungan semata (tanpa memerdulikan konservasi alam) kini mulai memasukan lingkungan sebagai biaya eksternal. Perusahaan yang sadar lingkungan kian populer akhir-akhir ini.
Jika perusahaan besar telah memiliki kajian-organisasi khusus mengenai lingkungan. Bagaimana dengan masyarakat perorangan? Masyarakat umumnya kurang mengerti nilai penting lingkungan. Salah satu langkah yang bisa ditempuh guna menyadarkan masyarakat ialah dengan memberi nilai lebih pada barang yang tadinya terbuang. Beberapa contohnya ialah dengan penggunaan kembali (reuse) bungkus deterjen sebagai bahan tas, mendaur ulang sampah organik jadi kompos, atau menggunakan air sisa cucian untuk menyiram tanaman.

Beberapa inovasi hijau juga dapat diterapkan guna mengatasi kelangkaan energi, salah satunya adalah biogas. Cubluk/septic tank yang lazimnya dimiliki per rumah, kini bisa diubah jadi komunal. Rapatnya septic tank—yang sarat ecoli—di pemukiman padat rawan mencemari air tanah. Terpusatnya cubluk di satu tempat akan meminimasi dampak tersebut. Selain itu, cubluk diketahui menghasilkan metan yang berpotensi termanfaatkan sebagai bahan pengganti LPG. Nantinya, akan ada pipa yang mengalirkan metan dari cubluk ke reservoir sebelum akhirnya disalurkan ke rumah-rumah warga. Konsep ini amat ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
Lalu, bagaimana dengan masyarakat desa yang MCK-nya belum baik? Apakah mereka juga bisa menikmati biogas? Tentu bisa. Masyarakat dapat memanfaatkan kotoran ternak yang sudah bercampur air dengan rasio tertentu sebagai bahan metan. Adukan ini kemudian didiamkan dalam reaktor hingga menghasilkan metan. Desa yang sawahnya masih luas dapat pula memanfaatkan kulit ari beras sebagai bahan biogas. Kulit ari dicampur air dengan takaran tertentu, dimasukan ke reaktor, kemudian tambahkan starter effective microorganisms 4 (EM4)! Diamkan beberapa hari, lalu tampung hasil metanya!

Bakteri EM4

Reaktor biogas skala lab

Teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan di mana saja selanjutnya adalah saringan air sederhana. Kita dapat memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar, seperti: Batu pecah (split), ijuk/sabut kelapa, arang batok, pasir, kaleng, dan tawas. Pertama, lubangi kaleng agar bisa dimuati batu pecah, ijuk, arang, dan pasir! Kedua, susun ijuk, pasir, batu pecah, dan arang dengan urutan serta ketebalan tertentu! Ketiga, siapkan air yang akan diolah! Masukan dalam bejana (batch), kemudian campurkan dengan tawas! Keempat, aduk cepat selama beberapa saat lalu balas dengan pengadukan lambat! Pengadukan lambat harus lebih lama dari pengadukan cepat! Kelima, diamkan air hingga agak jernih lalu tuang ke kaleng! Terakhir, tampung air hasil saringangan! Kini air siap digunakan.

Air kotor
Penuangan air ke dalam kaleng
Air hasil keluaran

Pengolahan ini persis dengan cara kerja instalasi PDAM. Pertama air disaring, lalu dimasukan ke unit koagulasi (pengadukan cepat), dilanjutkan ke flokulasi (pengadukan lambat), kemudian dialirkan ke bak sedimentasi, air berikutnya difiltrasi. Air yang telah memenuhi baku mutu selanjutnya ditampung dalam reservoir—sebelum disalurkan ke pelanggan. Pengolahan ini dapat menyisihkan partikel tersuspensi maupun terlarut, bau, serta beberapa logam. Bagi air yang hendak diminum sebaiknya dimasak terlebih dahulu guna mematikan kuman. Teknologi ini cocok untuk daerah yang kekurangan air bersih dan tidak terjangkau PAM.

Keterangan di atas setidaknya akan memberi solusi untuk beberapa masalah global seperti pengelolaan limbah, kelangkaan air, dan energi. Selain solusi-solusi di atas, ada beberapa hal yang juga dapat kita lakukan guna melestarikan lingkungan. Misalnya dengan tidak membakar sampah—utamanya plastik. Sebab asap plastik mengandung senyawa racun yang dapat memicu kanker (karsinogen). Langkah sederhana lainya adalah dengan meminimasi pemakaian kantung plastik. Karena apabila terbuang, plastik akan sulit diurai oleh tanah. Anjuran terakhir tapi paling penting adalah penghematan kertas, ini karena kertas terbuat dari pohon. Makin banyak kertas dikonsumsi, makin banyak pula pohon yang akan ditebang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar